Dan….. Tidurlah Dengan Tenang

Pada suatu kesempatan, datanglah rombongan Hurmuzan, Panglima dan Pangeran dari Persia di kota Madinah. Dengan ditemani oleh Anas Bin Malik mereka hendak menemui Amirul Mukminin Umar Bin Khothob. Setelah dicari, akhirnya rombongan itu menemukan sang Kholifah sedang tidur diserambi Masjid dan tak ada satu orangpun di masjid itu kecuali Umar.. Rombongan Hurmuzan nyaris tak percaya, diriwayat lainnya dikatakan, sambil berdecak kagum Hurmuzan bergumam, “Engkau, wahai Umar, telah memerintah dengan adil, lalu engkau aman dan engkau pun bisa tidur dengan nyaman.” Bisakan dibayangkan, seorang pemimpin yang kekuasaanya bergema ke penjuru dunia dengan ringan, dan tanpa rasa takut sedikitpun tidur-tidurang di emperan Masjid ?

Tak bisa dipungkiri, ada korelasi erat antara tidur seseorang dengan rasa aman. Meski indikator rasa aman tida semata hanya kenyamanan sewaktu tidur. Tetapi, yang pasti, orang yang sedang mengalami gangguan fisik dan psikis, umumnya akan susah tidur. Setiap orang perlu tidur, untuk menyegarkan badannya dari kelelahan, sehingga setelah bangun tubuh terasa segar.

Pada masa Rasulullah disaat perang Ahzab berkecamuk hebat, kenikmatan besar yang dirasakan kaum muslimin adalah turunnya hujan dan datangnya rasa kantu. (al-anfaal:11) Setiap kita perlu rasa aman, bahkan rasa aman merupakan salah satu kebutuhan mendasar manusia. Tanpa rasa aman, apalah kiranya arti gelimang harta dan kuasa. Karenanya Rasulullah bersabda “Barangsiapa diantara kalian mendapati paginya dalam keadaan aman, dikeluarganya dan diperjalanannya, sehat badannya, memiliki apa yang ia makan hari itu, maka sungguh ia seperti dilingkupi dunia” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah). Kunci dari semua kenyamanan terletak pada kenyamanan jiwa, sedang kenyamanan jiwa bersumber dari rasa aman yang diberikan Alllah SWT kepada hamba Nya. Dengan jelas Allah mengatakan “Orang-orang kafir berkata: “Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) tanda (mukjizat) dari Tuhannya?” Katakanlah: “Sesungguhnya Allah menyesatkan[773] siapa yang Dia kehendaki dan menunjuki orang-orang yang bertaubat kepada-Nya. (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram. Orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka kebahagiaan dan tempat kembali yang baik..” QS. Ar Ra’d : 27-28).

Pengaruh iman dan amal shalih terhadap rasa nyaman sangat besar. Ada kontribusi signifikan yang diberikan kenyamanan hati terhadap kenyamanan fisik. Apa yang ada di hati akan “bersuara” pada fisik kita. Bahkan, kadang kala keimanan dan keshalihan itu tidak saja memberi rasa aman pada pemiliknua. Seringkali keshalihan seorang hamba berimbas kepada munculnya rasa aman pada orang-orang disekitarnya. Malik bin Dinar mengisahkan disaat Umar bin Abdul Aziz menjadi khalifah para penggembala kambing di punca gunung bertanya “Siapakah gerangan khalifah yang shalih yang sedang memerintah manusia saat ini?” padahal para penggembala itu tidak tahu perihal pengangkatan Umar bin Abdul Aziz sebagai khalifah, para penggembala itu menjelaskan “bila pemerintah dipegang oleh seorang yang shalih, serigala dan singa tidak mengganggu kambing-kambing kami”.

Kiranya dapat kita simpulkan mengapa orang sekelas Umar bin Khathab dengan ringan tidur diemperan masjid seorang diri tanpa pengawalan pasukan pengaman khalifah. Karena masalah utamanya bukan pada masalah tidur itu sendiri, tetapi ada sesuatu dibalik tidur tersebut. Sesuatu itu adalah jiwa yang penuh dengan suluh keimanan. Bersinar terang memenuhi relung hati yang lapang. Yang cahayanya melahirkan rasa tentram, rasa damai dan aman, bahkan untuk orang-orang yang ada disekitarnya.

Kini segalanya menjadi jelas. Dalam jenak istirahat tidur yang kita lakukan, sesungguhnya kita sedang bertaruh, apakah kita seorang mukmin yang baik atau tidak. Karena, disana, di dalam cahaya iman itu, letak rasa aman dan nyenyak tidur kita sesungguhnya.

, ,

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: