Setan Diikat di Bulan Ramadhan

Cukup dikenal dalam hadits (Riwayat Bukhari, Muslim, dan lainnya) bahwa di bulan Ramadan setan-setan diikat.

Pertanyaan yang sering muncul adalah, mengapa setelah setan diikat masih muncul kemaksiatan?

Ada beberapa jawaban yang disampaikan para ulama, saya coba simpulkan :

  • Setan diikat oleh puasa kita, jadi sangat tergantung dengan kualitas puasa yang kita lakukan. Semakin berkualitas maka ‘ikatannya’ semakin kuat, semakin berkurang, maka ikatannya semakin ‘kendor’.
  • Diikatnya setan pertanda semakin lemahnya kemampuan setan menggoda manusia. Maka kalau ada yang berbuat maksiat di bulan Ramadan, pertanda kualitas taqwanya sangat lemah. 
  • Yang diikat hanya setan pembangkang (maradatusy-syayaathin) sebagaimana disebutkan dalam salah satu riwayat, artinya tidak semua setan diikat. 
  • Diri manusia sendiri memilik potensi berbuat maksiat. Artinya meskipun tidak digoda setan, tidak tertutup kemungkinan dia tetap bermaksiat.

 

Yang pasti, di bulan ini, selain pintu kebaikan terbuka lebar, maka peluang keburukan dipersempit sedemikian rupa….

  1. Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: